Bisnis Bumi dan Bisnis Langit

Pakar Entrepreneurship

Pakar Entrepreneurship

Dalam sebuah sesi coaching bersama seorang Coach International, Wempy Dyocta Koto (bagi yg belum kenal silahkan googling),

Saya mendapatkan banyak insight, salah satunya saya share di sini ya :

Bisnis yg bisa tumbuh dengan cepat, dengan pertumbuhan signifikan, bahkan pertumbuhannya menembus deret “multiple”,

Dalam arti, bukan saja dari 2 ke 3 lalu ke 4, dst. melainkan dari 2 ke 4 lalu ke 16 dst., adalah bisnis yg menggunakan TECHNOLOGY sebagai backbone nya.

Continue reading

Optimisme Tahun 2016

Entrepreneur-5Akhir Desember 2015 lalu, Menakertrans Hanif Dhakiri merilis data, yang bikin saya miris : “67% Angkatan Kerja Indonesia berpendidikan SD & SMP!”

Duuh benarkah? Inikah potensi Bonus Demografi Indonesia yg sering digembar-gemborkan itu? #mengelusdada

Saya sontak berpikir, “Mana mungkin bisa bersaing secara global? Bagaimana bisa meng-upgrade dalam waktu singkat jika mengandalkan pendidikan formal?”

Continue reading

Brain Management

Pakar EntrepreneurshipDalam sebuah sesi diskusi di kelas GES (GIMB Entrepreneur School), ada satu pertanyaan mengemuka, “Kenapa orang Indonesia selalu tertinggal dari negara-negara lain dalam berbagai hal, seperti ekonomi, teknologi, olahraga, dan lainnya?” Padahal sumberdaya alam berlimpah, sumberdaya manusia pun terbesar keempat dunia! Di situ kadang saya merasa sedih.

Saya menemukan salah satu faktor yang menjadi penyebabnya, yaitu optimasi otak! Yup. Otak adalah bagian terpenting dari software dan hardware manusia. Otak adalah sumber dari segala aktivitas manusia. Sayangnya, sebagian besar orang tidak mengoptimalkan fungsi otak ini, termasuk orang Indonesia. Bahkan ironisnya, sebagian besar orang justru tak menyadari keberadaan otaknya sendiri. Hmmm nggak sampe segitunya juga kali.

Continue reading

Kenapa Harus Asertif?

DP2Pernahkah Anda merasa ragu dan tak berani menyatakan pendapat dan bertanya pada seseorang atau dalam sebuah forum? Pernahkah Anda ragu, galau, dan bahkan tak berani untuk sekadar mengatakan “tidak” pada seorang sahabat yang meminta melakukan sesuatu yang tak mau Anda lakukan?

Jika jawabannya IYA, maka Anda tergolong orang yang tidak memiliki sikap Asertif. Anda lebih memilih untuk mengalah, diam, berkorban, permisif, akibatnya seringkali muncul penyesalan, stress, konflik, dan bisa menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu meledak.

Continue reading