Strategi Monetizing Ala Abdurrahman Bin Auf

Saya sempat tak habis pikir pada satu sosok Sahabat Rasulullah saw yang “dijamin masuk surga” ini : Abdurrahman bin Auf (AbA) r.a.
Betapa tidak?!
AbA r.a. bisa “secepat kilat” kembali kaya raya pasca berhijrah (baca: meninggalkan hampir seluruh hartanya) bersama kaum Muhajirin dari Mekah ke Madinah.
Terlintas di benak saya, apa sih rahasianya?
Ternyata, selain kedermawanannya yang super, AbA r.a. juga sangat cerdik dalam strategi marketing, khususnya dalam memilih model monetizing. Setibanya AbA r.a. di Yatsrib (Madinah), dia diasistensi oleh seorang anshor kaya raya dan baik hati, Sa’ad bin Rabi
Tawaran harta dan wanita dari Sa’ad tak digubris oleh AbA r.a. Jiwa entrepreneurnya masih bergejolak. Dia tak minta bantuan apapun, kecuali hanya 1 : “Tunjukan aku pasar!”
Nah, yang menarik adalah bagaimana setelah AbA r.a. tahu pasar? Apa yang dia lakukan? Di sinilah letak kecerdasan AbA r.a.!
Ini dia yang dilakukan AbA r.a. :

1. Riset Pasar

Sesampainya di pasar, dia melakukan *riset*, dia cari tahu komoditi/produk apa yang banyak dibutuhkan di sana dan yang potensi repeat ordernya tinggi.

2. Mencari Vendor

Setelah menemukan bahwa ternyata komoditi/produk yg paling “sexy” di sana saat itu adalah kuda/unta (kendaraan/mobil utk konteks saat ini). Lalu dia mencari para pemilik/peternak kuda/unta terbaik dengan harga terbaik pula (Value Proposition)

3. Strategi Marketing

Akhirnya, dia buka lapak di pasar. Uniknya, dia jual kuda/unta tanpa menaikkan harga dari vendor! Lah, trus untungnya dari mana? Di sinilah kecerdasan AbA r.a.! Dia berani menjual kuda/unta dengan harga di bawah pasar, tapi dengan kualitas terbaik, plus dapat aksesoris!

That’s the point!
AbA r.a. melakukan kreasi dan model monetizing dari pembuatan aksesoris yg bagus dan menarik. Kenapa? Bisa dibayangkan, berapa kali sih customer melakukan repeat order kuda/unta? Paling (mohon maaf), sematinya kuda/unta itu kan? Betul?
Tapi, bisa berapa kali orang gonta-ganti aksesorisnya? Yang jelas, pastinya dalam setahun bisa berkali-kali, apalagi kalo ada yang baru, lagi dan lagi, betul? Dengan strategi ini, AbA r.a. bisa dengan cepat menjadi market leader, meng-grab dan menguasai pasar yang besar! Walhasil, punya customer yang banyak!
Hingga dikisahkan, pernah dalam 1 hari, dia berhasil menjual 1.000 ekor kuda/unta beserta aksesorisnya! (aksesoris favoritnya adalah sadel kuda). Bisa jadi, AbA r.a. waktu itu melakukan strategi flash sale seperti yang dilakukan marketplace online saat ini.
So, ternyata strategi yang banyak digunakan startup digital saat ini, sudah dilakukan 1400an tahun yang lalu. Cuma bedanya, jika dulu tujuan pembelinya untuk kebutuhan hidup*, sekarang *untuk gaya hidup!
Wallahu a’lam bishshowab
Agus Santoso

Go Global Expansion

Lompat

Beberapa waktu lalu, saya bertemu salah satu  kawan entrepreneur muda sukses Indonesia dengan segudang prestasi, Hendy Setiono, Founder & CEO Kebab Turki Babarafi.

Hendy banyak sharing tentang perjalanan bisnisnya yang luar biasa. Di tahun ke-13 ini, Babarafi telah memiliki 2 kantor pusat (Sby & Jkt), 1.101 outlet di 9 negara, dan 1.900 karyawan. Wow!

Continue reading

Siapkah Kita Masuk ke Era INTERNET of THINGS?

buku bisnis buku pengembangan diriSemalam, saya nonton ulang film “Jobs”, salah satu film favorit saya selain : The Billionaire, The Secret, Pirates of Silicon Valley, 3 Idiots, Laskar Pelangi, dll.

Film “Jobs” mengisahkan perjalanan Steve Jobs membangun Apple Inc. Sangat inspiring! Banyak pelajaran yang bisa diambil. Terutama tentang lahirnya Era Komputer & Sistem Operasi. Recomended!

Yup!

Era tahun 1970-an adalah Era “Computer Operating System”

Continue reading

Tak Ada yang Bisa Menggantikan KERJA KERAS

sekolah bisnis“Genius is 1% inspiration, 99% perspiration.” Ya, sebuah quotes powerful dari pahlawan penerang dunia, Thomas Alva Edison sang penemu bola lampu.

Edison telah benar-benar membuktikan bahwa perspirasi (peluh keringat) sebagai buah dari kerja keras, sangat dibutuhkan dan sangat besar pengaruhnya dalam pencapaian kesuksesan.

Edison tak hanya cerdas, tapi juga pekerja keras! Coba bayangkan, betapa hebatnya kerja keras Edison dalam melakukan eksperimen bola lampu.

Continue reading

Mengapa DISKUSI Disebut Sebagai PRINSIP ORANG SUKSES?

Entrepreneur-5Selain olahraga, BERDISKUSI juga ternyata bisa mencerdaskan otak. Lho kok bisa?

Pernahkah Anda? Ketika berpikir sendiri, ide-ide terasa mentok.
Tapi, tiba-tiba “mendadak cerdas” ketika berdiskusi dengan teman yang “klik” satu frekuensi.

Ada apa ini? Inilah satu gejala yang saya alami yang saya sebut “interaction booster”!

Artinya, satu kondisi dalam sebuah diskusi mengasyikkan yg dilandasi niat baik dan harmoni untuk mencari solusi.

Continue reading