Brain Management

Pakar EntrepreneurshipDalam sebuah sesi diskusi di kelas GES (GIMB Entrepreneur School), ada satu pertanyaan mengemuka, “Kenapa orang Indonesia selalu tertinggal dari negara-negara lain dalam berbagai hal, seperti ekonomi, teknologi, olahraga, dan lainnya?” Padahal sumberdaya alam berlimpah, sumberdaya manusia pun terbesar keempat dunia! Di situ kadang saya merasa sedih.

Saya menemukan salah satu faktor yang menjadi penyebabnya, yaitu optimasi otak! Yup. Otak adalah bagian terpenting dari software dan hardware manusia. Otak adalah sumber dari segala aktivitas manusia. Sayangnya, sebagian besar orang tidak mengoptimalkan fungsi otak ini, termasuk orang Indonesia. Bahkan ironisnya, sebagian besar orang justru tak menyadari keberadaan otaknya sendiri. Hmmm nggak sampe segitunya juga kali.

Tidak terarahnya sistem pendidikan, baik, formal, non formal, maupun informal, dikarenakan tidak memperhatikan keberadaan dan fungsi dari otak ini. Hasilnya jelas, terlalu “hambur” dengan cara-cara belajar tidak efektif. Bahkan tak sedikit, metode belajar di sekolah/kampus yang membuat stress dan depresi para siswa/mahasiswa.

Jika kedahsyatan potensi otak ini tidak digunakan, bisa dipastikan, sampai kapanpun nilai otaknya nol besar. Sayang sekali bukan? Solusinya adalah kenali dan pelajari lebih dalam lagi tentang otak, kemudian lakukan manajemen otak. Saya menemukan bahwa otak sangat berpengaruh pada cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak seseorang.

Ternyata ketiga cara itu berasal dari tiga belahan otak, yaitu otak neocortex (thinking), otak limbic (feeling), dan otak reptilian (instinc). Selain itu, untuk mengoptimasi potensi otak, kita juga perlu memahami gelombang energi otak (brainwave) yang terdiri dari empat jenis gelombang : beta, alpha, tetha, dan delta. Sebagian lagi, ada yang menambahkan gelombang gamma.

Dari hasil penelitian lainnya, kita juga mengenal bagian otak kiri dan otak kanan. Satu hal yang menentukan bekerjanya otak secara optimal adalah penggunaan kedua belahan otak ini secara benar sesuai dengan fungsinya. Gunakan keduanya secara simultan. Otak kiri sebagai alat berpikir, berhitung, analisis, dll. Sementara otak kanan sebagai fungsi imajinasi, kreativitas, inovasi, dll.

Berbeda dengan benda, semakin banyak digunakan, otak justru akan semakin berkembang. Semakin banyak rangsangan dari luar, sel neuron otak semakin banyak aktif, semakin banyak jaringan, semakin tinggi kapasitas memorinya. Sebaliknya, semakin tidak digunakan, otak bisa mengalami rudimenter, yaitu menghilangnya sebagian fungsi sel otak mikro.

Selain itu, saya mencoba merancang sebuah metode yang menjadi dasar dari Brain Management, yaitu Metode KRIM yang terdiri dari Knowing, Raising, Integrating, dan Maintaining.

Salam sukses unggul!

Agus Santoso, Founder GIMB | Mahasiswa Magister Manajemen STIE Pasundan Bandung | @agusbipoz | www.gimbers.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s