jump to navigation

Bisnis

BERANI MULAI BERBISNIS (I)

oleh agus mupla

bisnis

“Berani itu di antara takut dan ceroboh. Dermawan itu di antara pelit dan boros. Allah mencintai yang pertengahan”

Dalam berbisnis mutlak diperlukan keberanian. Penentuan langkah awal untuk berbisnis merupakan perpaduan harmonis antara perhitungan matematis tentang laba/rugi, pengetahuan, naluri bisnis, dan keberanian. Bahkan yang terakhir, secara ekstrim bisa disebut “kenekadan”.

“When you see a successful business, it means someone has made a courageous decision!” (Bilamana Anda melihat bisnis yang sukses, berarti telah ada seseorang yang telah mengambil keputusan dengan berani). Demikian pendapat begawan ekonomi, Peter Drucker.

Ada sebuah kekuatan yang sering tidak disadari oleh kebanyakan orang. Kekuatan itu adalah IMPIAN. The Power of Dream. Sebuah impian, harapan, cita-cita akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk meraih kesuksesan. Setiap orang bisa dipastikan punya impian. Masalahnya, bisakah ia menjadikan impiannya itu sebagai sebuah kekuatan?

Secara teoritis dalam ilmu manajemen, impian adalah “goal”. Artinya tujuan yang telah ditetapkan untuk diraih. Sebagaimana kapal berlabuh tentu memiliki tujuan. Pesawat terbang mengudara tentunya telah ditetapkan ke mana ia akan mendarat, dst.

Setelah impian ditancapkan, langkah berikutnya kita harus bisa mengelola potensi diri kita. Hilangkan rasa takut gagal, kelemahan, kekecewaan, pesimis dan berbagai hal negatif lainnya. Munculkan energi positif kita, semangat, kekuatan, optimis, dsb. Di sinilah kita perlu memahami potensi diri kita secara mendalam.

(Bersambung)

 

MOTIVASI:

“Hendaklah kamu berbisnis, karena di dalamnya terdapat 90 persen pintu rezeki”

(HR. Ahmad)

“Hanya mereka yang berani gagal, dapat meraih keberhasilan”

(Robert F. Kenedy)

“Setiap pria dan wanita yang sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mereka berimajinasi tentang masa depan mereka. Berbuat sebaik mungkin dalam berbagai hal. Bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan yang menjadi tujuan mereka”

(H. Jackson Brown, Jr.)

 

 

BERANI MULAI BERBISNIS (II)

oleh agus mupla

bisnis2

Berani adalah menjalani sesuatu yang ditakuti. Jika kita melakukan sesuatu yang ditakuti berarti kita berani. Berbisnis, bagi sebagian besar orang Indonesia dianggap menakutkan. Para orang tua biasanya enggan mengenalkan bisnis pada anak-anaknya semasa kecil. Dengan dalih gengsi, memalukan, dsb. Orientasi mereka adalah sekolah setinggi mungkin dan mencari pekerjaan sebagus mungkin.

Begitu pula, kebiasaan orang tua yang terlalu protektif dengan melarang anak untuk berkreasi (hal-hal yang positif), telah mengakibatkan anak-anak mereka menjadi anak-anak penakut. Tidak memiliki keberanian untuk mengambil resiko. Mau ini takut, mau itu takut. Mau berkreasi pun takut.

Bagaimana cara menumbuhkan keberanian dalam berbisnis?

Pertama, tanamkan dalam diri kita keyakinan bahwa dalam berbisnis, Allah telah membukakan 9 dari 10 pintu rezeki. Dengan kata lain, 90 persen pintu rezeki terdapat dalam dunia bisnis. Dengan demikian, kesempatan kita untuk mendapatkan rezeki sangatlah luas.

Kedua, tepis dan hapuslah anggapan bahwa para pelaku bisnis adalah orang-orang golongan kedua (setelah pekerjaan-pekerjaan lain). Pada dasarnya, bisnis merupakan bagian dari pekerjaan yang (kurang lebih) sama dengan pekerjaan-pekerjaan lainnya, seperti menjadi karyawan swasta, PNS, dll. Namun, akhir-akhir ini justru kecenderungan orang-orang mulai berubah, dengan mulai banyak yang beranggapan bahwa berbisnis justru lebih menjanjikan daripada menjadi karyawan.

Ketiga, hilangkan anggapan bahwa dalam berbisnis penuh resiko. Ingatlah bahwa resiko adalah bagian dari hidup. Resiko bukanlah hanya milik pebisnis. Dalam pekerjaan lain pun pasti ada resiko. Karyawan swasta, ada resiko perusahaannya collaps dan di-PHK, PNS bisa saja dimutasi atau diturunkan jabatan.

Satu hal terpenting yang perlu diingat adalah bahwa dalam berbisnis juga dikenal “Hukum Kekekalan Energi” seperti halnya dalam Ilmu Fisika. Kita berbisnis, jika sukses = kekayaan, jika gagal = pengalaman/ilmu. Jadi, pada hakekatnya, tidak ada kegagalan atau resiko itu, karena sebenarnya ia mengalami perubahan “energi” menjadi “pengalaman/ilmu” yang sama nilainya dengan modal yang kita investasikan.

 

 

 

 Naik Tangga Bisnis

Oleh agus mupla

tangga

Setelah melewati fase penting, yakni mengambil keputusan untuk mulai berbisnis, perlu beberapa amunisi agar kita mampu membangun dan mengembangkan bisnis yang kita kelola :

1. Yakin

Keyakinan adalah unsur penting dalam kehidupan. Unsur yang akan memberikan energi dan kekuatan luar biasa. Dengan sebuah keyakinan kuat, ia akan bisa melakukan hal apa saja, seberat dan sesulit apapun. Kenapa Nabi Ibrahim a.s. dan Ismail a.s. saling rela untuk meng-qurbankan dan di-qurbankan? Kenapa prajurit Jepang rela melakukan harakiri? Kenapa seseorang mau mendermakan seluruh harta yang tersisa pada dirinya? Semua itu karena keyakinan. Pak Wuryanano mengatakan, keyakinan akan memberikan kehidupan, kekuatan dan tindakan.

Berbekal keyakinan yang kuat bahwa kita benar-benar mampu mengelola jenis usaha yang kita pilih, dan mampu mengembangkannya, maka akan menjadi sebuah modal intangible yang tak ternilai harganya untuk sebuah kesuksesan. Disertai visi dan misi yang kuat pula, akan menjadikan bisnis kita tegak dan terarah. Apalah jadinya, jika mendirikan bisnis tanpa ada keyakinan akan kemampuan dan keyakinan untuk sukses.

2. Fokus

Fokus berarti mengumpulkan dan menyatukan seluruh unsur kekuatan menjadi satu kekuatan yang lebih dahsyat. Semua pasti sudah mafhum bagaimana cara kerja suryakanta/lup/kaca pembesar, ketika ia mampu mengumpulkan sinar matahari yang tersebar, hingga menjadi satu titik fokus yang berhasil membakar selembar kertas.

Fokus dalam mengelola bisnis akan memberikan sebuah kekuatan besar bagi kemajuan bisnis. Hal ini saya alami sendiri, selama kurang lebih tujuh bulan pertama, sejak memulai bisnis (warnet), saya masih berstatus TDB, menjadi seorang karyawan (Manager Administrasi Umum dan Keuangan di Dompet Dhuafa Bandung).

Selama itu pula, waktu-waktu saya masih terbagi antara aktivitas kerja dan aktivitas bisnis. Hasilnya? Dua-duanya tidak efektif. Kerja terganggu, omset bisnis pun tidak optimal. Baru setelah keluar dari TDB dan fokus menjadi TDA, saya bisa mengoptimalkan omset bisnis saya. Tidak tanggung-tanggung, dengan fokus, omset warnet saya mengalami peningkatan 100% lebih!!!

3. Cinta Usaha

Cinta bisa memberikan energi dan spirit luar biasa. Kita ingat, bagaimana kisah cinta dua sejoli, Romeo dan Juliet, atau Rama dan Shinta yang melegenda? Mereka rela berkorban, demi cinta. Cinta berarti memberi bukan meminta. Mencintai berarti berhenti membandingkan. Dan masih banyak lagi orang memberi definisi tentang cinta.

Rasa cinta juga memiliki andil besar dalam keberhasilan bisnis. Dengan mencintai usaha yang kita jalani, kita akan menumpahkan perhatian, pikiran dan kerja cerdas kita. Sehingga tidak ada lagi yang namanya kerja keras. Saya ingat tulisan Mas Roni Yuzirman, saat beliau menulis dan mengutip pernyataan Om Bob Sadino bahwa baginya bekerja keras itu adalah mengerjakan pekerjaan yang tidak disukai. Kalau pekerjaan itu disukai, tak jadi masalah mau dilakukan dari pagi sampai malam. Asal kita senang dan mencintai pekerjaan itu. Tapi sebaliknya, kalau tidak disukai, biar pun hanya bekerja 5 menit, pasti akan terasa “bekerja keras”.

4. Upgrade

Sebuah komputer berprosesor Pentium I, di masanya, tentu menjadi komputer tercepat dan tercanggih. Tapi beberapa tahun kemudian, ia akan menjadi barang rongsokan atau bahkan sampah, karena telah diproduksi prosesor baru sekelas Pentium IV, bahkan Centrino Core 2 Duo. Praktis, kita pun terbawa arus untuk meng-upgrade komputer kita, meski tidak sampai pada produk keluran terakhir.

Begitu pula dengan diri kita tentunya. Kita tidak ingin, diri kita ini menjadi barang usang, rongsokan atau bahkan sampah dalam dalam masyarakat. Oleh karena itu, upgrade ilmu, skill, konseptual, sosial, teknologi, dll. mutlak harus dilakukan. Melek informasi dan teknologi, rajin membaca literature (buku, makalah, koran, majalah, dll.), mengikuti seminar (training/ pelatihan, lokakarya, dsb.), berselancar di dunia maya (internet), membangun dan mengikuti jaringan komunitas, dll.

5. Belajar dan Terus Belajar

Belajar sepanjang hayat, tentunya harus menjadi etos kita. Belajar sebenarnya tak mengenal waktu. Belajar itu tak mengenal titik, selalu koma. Hanya kematianlah yang menjadikan “belajar” itu bertitik. Oleh karenanya, belajar itu mulai dari buaian hingga liang lahat.

Kita bisa belajar dari guru/dosen, dokter, pengacara, wartawan, sopir, kenek, tukang becak, PRT, orang tua, anak kecil, dari siapa saja. Kita juga bisa belajar dari pengalaman kita sendiri atau pengalaman orang lain. Kita bisa belajar dari kesuksesan atau kegagalan seseorang.

6. Kembangkan Bisnis

Setelah semua langkah di atas kita lalui, tentunya kita punya amunisi yang berbobot untuk dapat mengembangkan bisnis dan yang akan mengantarkan kita ke gerbang kesuksesan. Amin

 

 

Comments»

1. Zenal - December 25, 2007

Ass,a mau ikutan komen nih..dari cianjur,om zen tea..zen tertarik sm judul yg st ini mengenai prinsip2 bisnisnya,100% memang hrs dlkkn oleh seorang pelaku bisnis,klo blh usul skalian tampilkn jg dg profil kisah nyata pelaku bisnis lokal sukses dr dataran sunda.ditunggu y..slm unt klrg..

*agusmupla:
was…waah seneng nih…pengusaha cianjur kasih komen..(he2…) om zen p kabar? sukses slalu usahanya… (amin)..iyah nih…sy jadi malu (he2…) om zen kan mentor bisnis saya, harusnya om zen nih yang ngasih banyak masukan…yup good idea…sy coba usahakan menampilkan profil pengusaha2 sukses khususnya dari tatar sunda, tp gak menutup kemungkinan jg dari dunia lainnya…(hiiii…bukan dunia hantu tp om…he2…) salah satunya pasti profil keluarga om zen nih…kayaknya harus disharing nih di sini…nuhun pisan…salam buat keluarga cianjur…..

2. supangat - April 27, 2008

pemikiran luar biasa,disertai pengalaman hebat….top…met kenal ya..pak

profil saya ada di http://www.jalansukses.com

3. Fera - August 16, 2008

Salam kenal Pak

Wah betul-betul bisa memotivasi diri saya dengan hebat banget. Buat saya yang baru dan masih takut-takut pergi dari ” comfort zone” sepertinya, Insya allah, bener-bener mo jadi working at home mother setelah 7 tahun jadi working mother….thanks banget ya pak !!!

4. jun - September 18, 2008

Aslm. Wah… syukron atas artikelnya Mas, sangat memberi pencerahan. Sukses selalu Mas ya.

5. kartono - October 10, 2008

marilah bersama Mas Agus kita ramai-2 mulai jadi wirausahawan, dimulai dari kecil-2 an dulu sukses generasi muda.
kenalkan saya kakek usia 66 tahun.Salam kenal.

agusmupla :
wah…wah… Pak Kartono luar biasa… tetap bersemangat… terima kasih atas dorongannya…Pak

6. Dani Kurniawan - October 13, 2008

assalamualaikum ,kang kmh damang??sebelumnya saya lagi browsing di internet mencari situs yang hubungannya dengan internet,ntah kenapa saya terfokus pada sebuah situs yang isinya sangat menarik tuk saya baca ini yaitu situsnya kang agus,mungkin kang agus pernah kenal saya ,dulu sewaktu masih berjuang dalam team nasyid KHOIRUNNADA yang beralamat di jl Sadang Serang , Bandung.sekarang saya mengelola usaha warnet punya teman dijl Titiran dalam ,Bandung.Gimana kabarnya Team nasyid mupla?salam buat semuanya kang irvan dan kang hendra.

sukses terus ya kang………

agusmupla:
was wr wb…
Wah… gmn kabarnya Kang Dani dan Khoirunnada-nya? Sukses Selalu… Oya.. nama warnetnya apa Kang?

7. Mahfudin - November 11, 2008

Assalamua’alaikum Wr. Wb.
Saya mau gabung dong dengan komunitas orang-orang yang sudah sukses dan ingin sukses.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

8. beky - November 30, 2008

Ass Mas Agus….?,salam kenal dr sy beky,wirausaha di bidang pendidikan,sy lg berpikir bagaimana sy bisa membuat sistem bisnis yg bisa di jalankan sm pelajar sd,smp,sma, dan univ,krn mrk juga perlu bimbingan untuk menjalankan jiwa wirausaha,krn banyak dr mereka yg dr keluarga tdk mampu,kebetulan sy membina sekitar 20 siswa di jakarta dan di depok untuk bisa berdikari,untuk sementara ini mereka dpt beasiswa dr lembaga pendidikan MASTER 21.

website sy http://www.skm-ui.com
http://www.beckhy.blogspot.com

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

9. Jhonny - December 11, 2008

Bang agus, numpang iklan dikit ya hehehe, demi kemajuan bersama hehehe….

JUAL MinesOne Lagu buat Karaoke…

MinesOne adalah lagu tanpa vokalis, jadi bisa digunakan untuk karaoke…
1 Lagu = Rp.40.000(Untuk pengambilan lagu di tempat saya, tempat tinggal saya di kota Surabaya)
= Rp.50.000(Untuk pengiriman file lagu lewat email)
Key Lagu dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen.
Dijamin MinesOne berkualitas.

Untuk informasi lebih lanjut / pemesanan MinesOne, dapat mengirim email ke jhonnythio@hotmail.com atau di jhonnythio@gmail.com. Terima Kasih…

10. ABU ZIYAN - January 12, 2009

ass.akh kl bs yg mkanan keringan dibuat kecil2 jd harga 2rb an,sy mo masarin di koprasi sklh..ditunggu kbrnya!

11. Agus MuplA - January 13, 2009

Buat Abu Ziyan : boleh boss, nanti saya siapin, salam sukses!!

12. masneo - April 10, 2009

semangat persaudaraan menyala dihatimu, disitu kamu temukan jalan syurga. berbagi untuk sesama merupakan jalan silaturahim yang luas untuk hidupmu…semangat lan sukses terus ya…mas agus

*agusmupla:
terima kasih masneo…