jump to navigation

Bosan Jadi Pegawai January 19, 2009

Posted by agusmupla in Bisnis.
Tags: , ,
trackback

work_stressHari Minggu kemarin (18 januari 2009), saya menyaksikan sebuah tayangan baru dari TransTV, yang bertajuk “Bosan Jadi Pegawai”. Sebuah acara positif di tengah bejibunnya pengangguran di negeri ini.

Meski acara reality show ini berbau rekayasa skenario, tapi esensi dari tayangan ini sangat representatif dengan pengalaman para pebisnis pemula.

Yang menarik dari acara ini adalah mengetengahkan perjuangan dan pembelajaran seseorang yang masih berstatus pegawai pada seorang pengusaha yang sudah sukses. Hingga kelak ia berani dan mampu membuka usaha sendiri (jadi pengusaha).

Memang program ini dirancang oleh TransTV untuk menstimulasi para pegawai yang ingin berwirausaha, termasuk para pengangguran yang malas, enggan, dan takut untuk memulai usaha sendiri.

Melalui acara ini, TransTV memberikan solusi bagi pegawai yang ingin mencoba bidang pekerjaan lain (dunia usaha). Nah, siapa tahu Anda yang masih berstatus pegawai (TDB=Tangan Di Bawah) berminat ikut program ini. Syaratnya mudah, Anda masih berstatus pegawai, dan bukan korban PHK atau masih mahasiswa.

Bagi saya, menyimak acara yang berdurasi 30 menit ini seolah mengenang kisah lama saya sewaktu merintis usaha dulu. Sebagaimana Yura (talent dan sekaligus host dalam Bosan Jadi Pegawai edisi kemarin), yang berulangkali kena gertakan, cacian, dan gangguan dari para preman, saya pun pernah mengalami hal yang sama, ketika menjadi “Emang Pizza Telur” di sebuah SD di Bandung.

Yah, pengalaman itu tak kan pernah terlupakan. Sebelas tahun lalu, ketika awal selesai kuliah dan awal pernikahan, saya sempat berjualan Pizza Telur selama kurang lebih 3 bulan. Dari sana mental bisnis saya ditempa. Dengan menanggalkan status Sarjana (S1), saya beranikan diri menenteng kompor dan berjuaan bersama “Emang-emang” (panggilan tukang jualan di Sunda) di halaman Sekolah Dasar.

Dengan modal dan inovasi seadanya, saya berhasil menggaet pelanggan anak-anak SD. Otomatis membuat iri para pelaku usaha yang telah mangkal bertahun-tahun di sana. Hingga suatu waktu, ketika dagangan saya tinggal Sholat Dzuhur di mesjid. Seorang pedagang yang berkonspirasi dengan teman-temannya, menyiram kompor saya dengan minyak goreng. Hmmm… matilah kompor saya.

Hingga akhirnya saya diterima sebagai staf marketing di perusahaan asuransi syariah selama 1 tahun, kemudian pindah kerja dan bekerja sebagai staf akunting di sebuah perusahaan swasta selama 6 tahun, pindah kerja lagi dan diterima sebagai Manajer Administrasi Umum & Keuangan di Dompet Dhuafa. Hingga akhirnya resign dan full berbisnis : warnet, makanan camilan, dan fashion.

Yah, pengalaman-pengalaman seperti di atas harus dijadikan sebagai penguat mental dan motivasi untuk terus memajukan bisnis kita. Termasuk bagaimana caranya kita menghadapi klien yang rewel, komplain, marah-marah, dsb.

Proses belajar inilah yang diekspos dalam “Bosan Jadi Pegawai”. Si Talent akan dihadapkan pada berbagai hambatan yang biasa dihadapi para pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya. Sehingga, diharapkan bisa membangkitkan Inspirasi Generasi Muda untuk mencoba setiap PELUANG USAHA ketimbang berpikir jadi pekerja kantoran.

Bagaimana dengan Anda?

Comments»

1. bayu.an - July 28, 2009

nice experience…
people learning & growth to be value person, to be an entrepreneur…:))
Never give up kang..