Bisnis Baru 2009 December 22, 2008
Posted by agusmupla in Bisnis.Tags: Bisnis, busanamuslim, kaos, pengusaha
trackback
Pergantian tahun, biasanya digunakan sebagai momentum perubahan untuk sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Paling tidak, hal itu pernah saya lakukan selama 2 tahun terakhir ini.
Awal tahun 2007 lalu (1 Januari), saya mendirikan ASANET sebagai warnet pertama saya. Resign dari kantor, dan membulatkan tekad menjadi entrepeneur adalah salah satu pilihan hidup saya. Pindah kuadran, dengan harapan lebih baik tentunya!
Dan alhamdulillah, memang sesuai dengan apa yang diharapkan. Ternyata saya lebih enjoy berbisnis sendiri… dan hasilnya lebih menakjubkan! Keajaiban demi keajaiban terjadi. Benarlah adagium “Take Action, Miracle Happen!”
Kekhawatiran pun sirna, berganti semangat membara untuk terus mengembangkan bisnis. Bagaimana tidak! Coba Anda bayangkan, dulu ketika saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Bandung, saya menerima gaji bulanan sejumlah sekian rupiah dengan harus terikat waktu nine to five.
Sekarang? jumlah gaji sebulan itu bisa saya dapatkan hanya dalam hitungan 2 hari!!! Dan tentunya.. saya bisa punya banyak waktu dan bisa mengatur waktu… alhamdulillah
Jadi, paradigma dan impian masa lalu tentang “kerja kantoran” saya simpan dan kunci rapat di memori saya. Mari kita coba berhitung lagi. Merintis karir dan golongan gaji di sebuah instansi / perusahaan membutuhkan variabel waktu dan prestasi kerja. Sementara kesuksesan dalam berbisnis bisa lebih cepat didapat, apabila memiliki intuisi bisnis yang baik. Setahun atau dua tahun, dalam bisnis adalah waktu yang cukup untuk menembus gaji seorang direktur sekalipun!
Awal tahun 2008, saya mendirikan warnet kedua. Sesuai target. Selama 2 tahun ini saya mencoba fokus dalam bisnis warnet.
Awal tahun 2009, saya mencoba merambah bisnis baru. Busana Muslim. Yah, bisnis yang satu ini sepertinya “tak ada matinya”. Saya lihat dan perhatikan, sangat banyak pengusaha sukses yang bergerak di bidang ini. Dan saya masih melihat banyak peluang. Salah satu track para pebisnis sukses!
Saya teringat ungkapan Pak Roni Yuzirman (Founder Komunitas TDA), ketika menganalisis apakah beliau telah berada di track yang benar untuk menuju sukses? Ternyata sangat penting bagi kita untuk mengetahui, apakah yang tengah kita kerjakan ini berada dalam track menuju kesuksesan atau tidak.
Caranya, tentu cukup mudah, kita hanya tinggal melihat dan membandingkan orang-orang sukses. Apa yang mereka kerjakan? Apa bidang bisnis mereka? dan Mengapa mereka bisa melakukan itu?
Misal, Bill Gates, dia bisa menjadi orang terkaya di dunia, apa bidang bisnisnya? Oh, bisnis IT…. Atau Warrent Buffet, ooh… investasi dan properti.
Atau yang lebih membumi (baca : skala lokal), misalnya Pak Perry Tristianto “Raja FO” Bandung, bisa memiliki sekira 20 FO. Apa bidang bisnisnya? ooh.. Garmen. Atau Bu Susi Pudjiastuti, Juragan Ikan asal Pangandaran yang berhasil menjadi eksportir ikan ke berbagai negara. Itu hanya beberapa contoh track bisnis yang telah teruji keberhasilannya. Tentunya masih banyak yang lainnya…
Dan kini saya tertarik untuk merambah bisnis garmen! Bisnis Busana Muslim… Ketertarikan ini berawal dari ajakan seorang teman, Moh. Zein Hidayat, yang kini berprofesi sebagai guru di sebuah SMA di Bandung. Kebetulan beliau memiliki sebuah tempat yang cukup luas, dan cukup strategis di Jl. Rumah Sakit No. 12B Ujung Berung Bandung, hanya sekira 200 m dari alun-alun/pasar Ujung Berung.
Maka lahirlah Toko Zay Nun…! yang menjual busana muslim, mulai dari kerudung, baju muslim/mah kaos, baju batik, baju muslim anak, karpet handmade, dll. dengan model cantik dan kreatif.
Berikut ini beberapa sampel produk yang tersedia :










Bicara bisnis tahun 2009 saya sangat OPTIMIS Gus, sejak krisis global bulan oktober terus diberitakan, dan banyak para pengamat ekonomi yang bicara PESIMIS terhadap perekonomian nasional, sejak saat itu pula saya MALAS baca koran halaman depan. Berita-beritanya membuat aura kita terjangkiti virus-virus negatif, semuanya ngomongin hal-hal yang membuat seolah-olah tahun 2009 adalah puncak dari krisis dan terancam kebangkrutan, seolah-olah tidak ada ruang dan harapan untuk bangkit.
Betul bahwa pemerintah harus transfaran dan tidak boleh menutup-tutupi adanya “bom waktu” ledakan PHK, akan tetapi beritanya menjadi gak seimbang karena yang muncul opini di permukaan adalah tentang pesimis, phk, peningkatan kasus kriminal dan sosial, dan ancaman stagnasi perekonimian nasiona.
Maka, kalo memang tahun 2009 adalah PUNCAK efek krisis, mari kita GELORAKAN SEMANGAT PERLAWANAN terhadap efek krisis tersebut. Artinya kalo kekuatan efek krisis adalah misalnya berjumlah angka 8, maka kita lawan dengan angka 10, kalo serangan krisis di angka 15, maka kita lawan dengan angka 20. Yang jelas di masa depan tidak ada pilihan manis, karena hanya ada dua pilihan pahit, yaitu SUKSES melewati krisis atau KITA GAGAL serta menjadi PECUNDANG dalam menghadapi krisis ini. Tidak ada pilihan lain, selain BEKERJA KERAS dari kondisi normal karena saat ini memang situasinya lagi TIDAK NORMAL. Kalo biasanya bekerja adalah 8 jam, maka kita tambah menjadi 12 jam, kalao biasanya bekerja adalah selama 12 jam, maka jam kerja kita tambah menjadi 20 jam, dan seterus dan seterusnya. Oleh karenanya ada adagium begini, ” BEKERJA KERAS dan LEBIH KERAS LAGI dalam bekerja dan berkarir ternyata BELUM TENTU MENGHASILKAN apalagi TIDAK BEKERJA KERAS, apalagi santai-santai!!!. Dahsyat pak Agus.
Wah dahsyat Pak Wawan… analisanya OK, two thumbs up! Saya setuju… Optimistis dan selalu Positif Thinking dalam menghadapi masa depan adalah sebuah kekuatan yang hasilnya akan menghantarkan kita pada KESUKSESAN! keep the faith and keep fighting!
Apa kabar Mas Agus Santoso?
Moga makin sukses dan berkah selalu bisnis-bisnisnya.
Salam Sukses Penuh Berkah dari Surabaya,
Wuryanano
Alh baik Pak Nano… gimana kabarnya Pak Nano dan keluarga?
Semoga sehat dan sukses serta berkah juga bisnis2-nya
Salam Sukses!
sukses bisa dipelajari.
temukan di uangsuper.com yang baru launching.
kesempatan emas menanti anda.