Mimpi Laskar Pelangi October 9, 2008
Posted by agusmupla in Resensi.Tags: Add new tag, andrea hirata, inspiring, laskar pelangi, lirik laskar pelangi
trackback
Satu-satunya film yang membuat saya penasaran, hingga dibela-belain nonton di bioskop adalah film “Laskar Pelangi”. Sejak sebelum film ini diputer, firasat saya mengatakan, film ini akan bagus! Karena temanya, seperti yang saya baca di novel, memang bagus. Perjuangan hidup, motivasi untuk maju, semangat pantang menyerah, persahabatan.
Saya bareng keluarga nonton di Braga 21. Hmm… terus terang aja, sebenernya saya bukan penggemar bioskop. Terakhir saya nonton film di bioskop, 13 tahun lalu (1995). Itu pun diajak dan ditraktir temen kost, Defri Padhyangan 6. Waktu itu, Defri kesengsem sama film komedi “The Mask”.
Selain bukan penggemar bioskop, saya juga bukan penggemar buku-buku fiksi, semacam novel, cerpen, dsb. Tapi, ajaibnya! Novel Laskar Pelangi ini mampu membelalakkan mata saya, seperti juga Novel AAC dan KCB dari Habiburrahman Elshirazy.
Dan ternyata memang dugaan saya benar! Film Laskar Pelangi layak diacungin dua jempol. Bahkan kalo ada, sepuluh jempol lah (he2x …maksa). Two thumbs up… buat Andrea Hirata (penulis novel), Salman Aristo (penulis skenario), Riri Reza (sutradara), Wong Aksan & Satrio Budiono (Penata Musik & Penata Suara) serta para pemeran filmnya.
Oya, saya sengaja ngajak anak-anak nonton. Buat pencerahan mereka. Meski saya nggak tahu, apa mereka bisa mencerna kisah di film itu. Tapi minimal memberikan gambaran pada mereka bahwa kesuksesan itu harus dicapai melalui perjuangan, kegigihan dan ketangguhan. Anak saya usianya 8 thn dan 6 thn.
Film garapan duet maut Riri Reza dan Mira Lesmana ini tidak hanya sekedar menghibur, tapi sangat inspiring! Betapa getirnya hidup di tengah segala keterbatasan, jauh dari segala kecukupan. Tapi mereka punya Mimpi. Mereka punya harapan, kemauan dan kerja keras.
Hingga akhirnya Ikal (salah seorang dari 10 Laskar Pelangi) berhasil mewujudkan mimpinya. Berhasil menerjang segala kemustahilan. Berhasil membalaskan “dendam”-nya pada Lintang yang harus menggantung mimpinya karena terpaksa putus sekolah demi meneruskan tugas sang Ayah menghidupi adik-adiknya. Padahal, Lintang punya mimpi untuk bisa sekolah di Perancis!
Siapa sangka, dari sebuah gedung ruang sekolah reyot dan hampir roboh. Kalo siang dipake belajar, kalo malam dipake kandang kambing, terlahir seorang sarjana bahkan master (S2) dari Perancis… Dialah Ikal! Dengan bimbingan seorang guru tulus, Bu Muslimah, Ikal mampu menerjang mimpi!
Sementara Lintang, sang bintang kelas, sang juara cerdas, harus rela meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai nelayan, karena balutan ekonomi… sungguh ironis!
Tak kalah cerdas, Mahar, sang maestro seni nan kreatif … dan lucuuuu… tentunya (favorit deh..)
Film ini sanggup mempermainkan emosi penonton. Tak terasa, di sela tawa lucu dan lugu anak-anak Laskar Pelangi, beberapa kali saya harus menyeka air mata yang tak sanggup ditahan. Hiks… termehek-mehek deh….
Teringat, masa kecil dulu. Mengenang masa kecil memang indah dan menyenangkan… Meski tak “separah” anak-anak Laskar Pelangi, tapi keterbatasan dan harapan mereka kurang lebih sama. Yah, apa yang dirasakan para laskar adalah gambaran umum di sebagian besar pelosok negeri ini. Cuma bedanya, ada yang punya mimpi dan kegigihan meraih mimpi itu. Ada juga yang tidak memilikinya, malah menyerah pada keadaan.
Jadikan diri kita laskar, yang tangguh menerjang mimpi/cita/harapan…..
Yuk kita simak lirik Laskar Pelangi dari Nidji :
Laskar Pelangi
By Nidji
Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya
Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwa
Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang Kuasa
Cinta kita di dunia..
Selamanya
Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita
Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi
Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia..
Selamanya






emang kok film TOPP banget, berkualitas dan meninspirasi… sukses Laskar Pelangi, Mira Lesmana, Riri dan juga Mizan Productions.
Betul sekali Kang, kita semua bisa menjadi laskar, pejuang kehidupan yang pantang menyerah pada keterbatasan yang ada
Sering kali kita mengejar MIMPI
Seolah – olah impian itu adalah TARGET
Susah payah penuh pengorbanan mimpi DIKEJAR
Setelah tercapai kita akan kembali BERMIMPI
Hidup adalah untuk IBADAH
Ibadah itu bukanlah BERMIMPI
Karena ibadah adalah hidup HARI INI
Memaksimalkan HARI INI dan DETIK INI
Masa depan adalah MISTERI
Masa lalu adalah HISTORI
Mimpi hanya membatasi KEMAMPUAN
MAKSIMALKAN HARI INI UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK
http://fusion-kandagalante.blogspot.com