jump to navigation

Enterpreneur Coaching September 12, 2008

Posted by agusmupla in Bisnis.
Tags: , , , , ,
trackback

Hari Sabtu lalu (6 Sept 08), sepulang tampil MuplA di Cicalengka, kami  berlima bergerak menuju rumah Bu Betty Brussel (seorang pengusaha sepatu sukses dan anggota TDA) di Jl. Maskumambang Buahbatu.

Sesampainya di lokasi, terpampang banner flexy ucapan Selamat Datang di gerbang rumah. Wah, serius juga yah pengelola acaranya (salut deh… buat Pak Fauzy, Bu Betty, dkk.). Dan acara sudah dimulai sejak sejam lalu. Pak Budi Purwanto tengah memberikan Enterpreneurship Coaching.

Ada yang menarik dari paparan Pak Budi. Beliau menyatakan bahwa WIRAUSAHA adalah salah satu solusi untuk mengatasi rapuhnya struktur piramida kelas ekonomi Indonesia. Bagaimana bisa?

Yah, jika digambarkan, saat ini Indonesia memiliki struktur kelas ekonomi berbentuk piramid. Besar di bawah tapi dihuni oleh kelas ekonomi kecil menengah. Mengerucut ke atas dengan hanya segelintir pengusaha kaya kelas atas.

Dari perspektif keseimbangan, tentunya kondisi tersebut sangat rapuh. Gap yang curam antara kalangan atas dan bawah bisa menjadi bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu, ketika ekonomi Indonesia mengalami “longsor”.

Parahnya lagi, aliran uang dari atas ke bawah sangat-sangat tidak berimbang. Para pengusaha kelas atas dapat dengan mudahnya menyedot dan mengeruk uang dari bawah, melalui produk-produk konsumtif rumah tangga, elektronik, dll. hingga masyarakat bawah. Sementara para pengusaha kelas bawah hanya mampu memutar uang di kalangan bawah saja.

Contohnya : pengusaha kecil buka Warteg. Sudah barang tentu, perputarannya dari dan untuk orang kecil. Sedangkan pengusaha “kelas gajah” membuat televisi, handphone, motor, sabun, shampoo, dll. Orang-orang kecil pun begitu mudah membelinya. Praktis, aliran uang tersedot ke atas!

Karenanya, diperlukan WIRAUSAHAWAN SEJATI, wirausahawan unggul yang mampu menyedot aliran uang dari orang-orang kaya ke bawah!!!

Dan bukan Businessman by Accident (hehe…BBA kali yah…), maksudnya adalah wirausahawan yang “kecelakaan” berwirausaha hanya karena gagal dapet kerjaan. Alasannya : “daripada ngelamar kerja gak dapet-dapet”.

Kalo menurut Ustadz Lihan, enterpreneur sejati itu, katanya yang sudah tidak lagi terlibat dalam urusan masalah tek tek bengek atau hal-hal teknis. Jadi semuanya diserahkan pada karyawannya, semuanya diserahkan pada ahlinya.

Pak Budi pun menawarkan beberapa solusi :
1. Bikin produk untuk konsumsi orang kaya
2. Beli bahan baku dari rakyat
3. Menggunakan tenaga kerja dari rakyat kecil

Selain Pak Budi, ada juga Bu Ina Cookies (pengusaha kue kering sukses), bersama suaminya, Pak Rahmat dan Pak Iyan (Kapten Tim Ina Cookies). Wah, Pak Iyan ini cerdas sekali mengendalikan situasi. Gaya komunikasinya segar bak presenter ulung. Hehe… top lah Pak Iyan…

Bu Ina menceritakan perjuangan hidupnya bersama suami hingga kini sukses menjadi pengusaha Kue Kering di Bandung.

Berawal dari menjadi istri seorang PNS yang bertugas di Aceh, sekembalinya ke Bandung Bu Ina merintis pabrik Jahe Gajah di Cirebon. Lahan hektaran dibuka dan pabrik pun dibangun, lantaran ada permintaan (demand) dari pengusaha Jepang.

Wah, berjuta angan dan impian sukses serasa sudah di depan mata. Namun, Allah berkehendak lain. Pengusaha Jepang yang telah menjanjikan membeli produk Bu Ina, ternyata pindah ke lain hati. Mereka memutuskan untuk mengambil produk Jahe dari Thailand. Alasannya karena lebih dekat dan lebih murah. Waduh… piye tho Mr. Nipon…

Akhirnya Bu Ina banting setir. Berbekal kedekatannya dengan kakak ipar beliau yang pinter masak dan membuat kue, Bu Ina pun tertarik belajar bikin kue. Setelah bisa memproduksi sendiri, beliau tawarkan ke tetangga sekitar rumah secara door to door.

Setahap demi setahap, sejak tahun 2001, produksi dan permintaan kue pun makin bertambah. Hingga kini beliau memiliki 300 karyawan dengan produksi ribuan toples perhari. Luarr biasa…

Pak Rahmat (suami Bu Ina) ternyata punya jurus jitu, yang menopang kesuksesan usahanya. Mau tahu??? Selain kerja keras pantang menyerah dan kreativitas tinggi, Bapak yang kalem ini senantiasa berdo’a pada Allah Yang Maha Pemurah untuk kelancaran usahanya. Beliau selalu teringat surat Al-Insyirah, yang menyatakan bahwa dibalik kesulitan, ternyata ada kemudahan. Beliau telah membuktikan sendiri kebenarannya.

Sehabis buka puasa, rencananya MuplA akan tampil. Tapi ternyata Pak Hendra ada acara lain di Antapani. Kami pun harus undur diri.

Terima kasih untuk Pak Fauzi, Bu Betty atas jamuannya. Wah, masakannya mak nyuuusss. Ada kambing guling hasil “kolaborasi” Kang Agus Ramada dan Kang Agah “RK”.

Comments»

1. Rofiq - September 23, 2008

Assalaamu’alaikum wr.wb.
salam kenal.
saya Ainur Rofiq anggota milis TDA juga boss.

tapi sayang sekali berhalangan hadir. btw, akang ada ID ym kah…?
biar kita bisa ngobrol-ngobrol

sudah pingin denger cerita-cerita enterpreneur dari akang nih.
hatur nuhun pisan..

wassalam

agusmupla:
ID YM saya : agusmupla@yahoo.com