jump to navigation

Agenda Bisnis: Survey FO February 3, 2008

Posted by agusmupla in Bisnis.
Tags: , , , ,
trackback

Baris

FOHari Minggu pagi ini (3 Feb 2008), saya dikejutkan oleh sebuah kabar duka. “Telah meninggal Ayahanda kami…”, begitu tulis sahabat saya, Hendra Abuhafizh dalam SMS. Innalillah. Yah, umur seseorang memang sebuah misteri namun pasti. Jika telah sampai waktunya, tak kan ada yang bisa mengelak atau menghindarinya. Sebuah rahasia Ilahi.

Saya dan istri, yang kebetulan hari itu telah mempersiapkan sebuah agenda,yaitu melakukan survey untuk pengembangan bisnis kami berikutnya (simak di halaman selengkapnya yah…), langsung siap-siap pergi dan berta’ziah terlebih dulu ke rumah duka yang jaraknya cukup jauh, di Leuwi Gajah, Cimahi.

Selesai berdoa di depan jenazah dan bercengkerama dengan keluarga yang ditinggal, kami pun pamit. Semoga diberikan tempat mulia di sisi-Nya. Buat keluarga yang ditinggalkan moga diberikan kekuatan dan kesabaran. Amin.

Agenda berikutnya, kami survey ke FO-FO (Factory Outlet) milik Pak Perry Tristianto “Raja FO” Bandung, tujuannya pengen tahu, kira-kira produk kami, camilan bandung “chicksnack”, bisa masuk nggak, dan apakah ada tempat buat konter-konteran “chicksnack”. He… ini salah satu mimpi saya dan istri.

Kami tertarik melakukan ini, buat persiapan berkunjung ke kantornya Pak Perry, yang waktu di acara Milad TDA mengundang saya untuk datang. Selain, berguru dan konsul bisnis, saya dan istri berencana menawarkan kerja sama untuk memasarkan produk makanan camilan “chicksnack”.

Pak Perry katanya sampai memiliki 20-an FO!! Dengan 1000-an karyawan!! Woow luar biasa. Saya geleng-geleng kepala. Kok bisa yah. Bisa dibayangkan berapa omset bisnisnya. Beban gaji pegawai saja, kalo rata2 per orang 1 juta, udah mencapai 1 M. Hmm… Pak Perry bisa … kenapa kita tidak??? Harus bisa!!!

Dari beberapa FO milik beliau, ada yang ramai, ramai sekali, dan ada juga yang sepi pengunjung. FO yang paling ramai dari survey tadi adalah The Summit.

Memang, FO saat ini sepertinya sudah mulai berkurang gaungnya. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2004-2006 merupakan tahun-tahun keemasan FO. Mungkin karena jumlahnya makin menjamur, atau karena kemunculan pasar-pasar modern (ITC, Pasar Baru, BTC, dll) dan distro, atau karena harganya yang makin mahal. Ketiga hal itu bisa saja menjadi faktor-faktor penyebab.

Ada hal-hal yang menarik dari FO-FO Pak Perry:

1. Semua FO-nya dikemas dengan penuh totalitas. Misal di China Emporium, semua aksesoris China detil dimunculkan, hingga bangunan masjid pun persis menggunakan arsitektur China. Menurut Pak Perry, untuk membangun FO China Emporium ini, beliau sampai “menyekolahkan” 2 karyawan-nya pergi ke China selama 1 bulan untuk mempelajari berbagai hal berkenaan dengan China. Mereka ditugaskan mencari informasi dan mempelajari sebanyak-banyaknya tentang per-China-an. Wow… pengen dong… he2…

2. Konsep tempat bermain. Pak Perry berusaha menjadikan FO-nya tidak hanya sebagai tempat belanja (sunda=ngaborong, jawa=kulakan), tapi juga sebagai tempat rekreasi keluarga, hingga betah berlama-lama dan pengen balik lagi (berkunjung lagi).

3. Pak Perry sangat pandai membaca selera pasar. Beliau hapal betul, apa yang diinginkan para konsumen, mulai dari jenis produk hingga model yang lagi nge-trend, kecuali satu hal: harga!!! He… harga-nya memang (untuk ukuran saya) lumayan mahal-mahal, tapi bagus-bagus sih. Harga mah moal ngabobodo meuren nya…

4. Sinergisitas. Di setiap FO, pasti ada papan iklan (neon box, plang, banner) ttg. perusahaan2 Pak Perry yang lainnya. Misal di China Emporium ada iklan Rumah Strawberry, di The Summit ada iklan Rumah Sosis, dll.

5. Konter. Kebanyakan FO Pak Perry menyediakan konter-konter kecil. Konter-konter tsb. disewakan pada orang/pihak lain dengan jenis produk yang masih berhubungan dengan produk utamanya.

6. Diferensiasi. FO-FO-nya Pak Perry bertema. Misal, FO China Emporium, bertemakan nuansa China, FO 18th Park, bertemakan anak remaja gaul, The Summit, bertemakan gaya high class, dll.

 

7. Strategi. Dengan memperbanyak jumlah FO (hingga 20 FO), adalah salah satu strategi Pak Perry menghadapi competitor. Ibarat main catur, tiap FO itu diibaratkan sebagai sebagai pion, yang apabila salah satu pionnya jatuh, ia masih memiliki pion-pion yang lain.

Duuh cuapek…juga nih keliling2… kami menemukan banyak pelajaran hari ini. Ada satu petuah dari Sang Raja FO ini yang luar biasa bila kita aplikasikan: “Segera mulailah berusaha, walaupun hanya mempunyai modal minim, bahkan nol!!!”

Btw… kembali ke tujuan awal jalan2 ini: ternyata ide kami untuk “menjajakan” camilan bandung “chicksnack” udah keduluan orang lain. He2…. Ternyata udah banyak saingannya. Di beberapa FO udah tersedia, meski dengan produk yang berbeda. Gapapa… masih banyak celah lain…

Oya sebelumnya kami makan dulu di Nasi Timbel Tamansari. Yah, salah satu warung nasi timbel favorit kami, selain Nasi Timbel Ciliwung (Istiqomah) dan Nasi Timbel Bawean. Yang terakhir ini sebetulnya yang paling favorit, tapi berhubung efektivitas jarak dan waktu, kami akhirnya memilih Tamansari.

Comments»

1. isani - February 5, 2008

Innalillahi.. saya baru tahu ayahnya kang hendra meninggal dunia. :) turut berduka cita buat kang hendra dan keluarga. orang tua saya kenal sama beliau, mudah2an udah terwakili taziahnya sama orang tua saya. :) .

eh kang agus, sukses ya. mudah2an bisa leverage bisnisnya.

2. isani - February 5, 2008

Innalillahi.. saya baru tahu ayahnya kang hendra meninggal dunia. :) turut berduka cita buat kang hendra dan keluarga. orang tua saya kenal sama beliau, mudah2an udah terwakili taziahnya sama orang tua saya. :) .

eh kang agus, sukses ya. mudah2an bisa leverage bisnisnya.

3. siguatea - August 4, 2008

ga usah mikirin gaji karyawan dan pendapatan dia…
saya pernah bekerja di salah satu FO nya Perry Tristianto..
dan dia sangat pelit untuk urusan gaji. dan diangegaji karyawan nya sekitar 600.000 an dan jam kerja 12 jam…
dan soal pajak pendapatan….. dia ada maen ama dinas terkait sehingga pajak nya dianggap nihil…. makanya dia kaya raya

4. Forum Investor - October 9, 2008

kita memang harus secepatnya memulai suatu bisnis, maklum time is money.