jump to navigation

June 17, 2009

Posted by agusmupla in Motivasi.
Tags: , , , , ,
add a comment

juara-blog-285Akhirnya… datang juga saat yang dinanti.  Pembagian hadiah Juara Entrepreneur Wanna Be Contest.  Mbak Izar dari DetikBandung memberi informasi bahwa penyerahan hadiah dilakukan di Be Mall, Jl Naripan Bdg, Sabtu malam, 13 juni 2009, tepatnya di stand Telkomsel sebagai sponsor acara ini.

Dengan mantap langkah kaki menuju “TKP”… Acara pun berlangsung santai. Diawali pertunjukan sulap dari “The Master” Telkomsel…  Rupanya Raja Operator Seluler ini sangat pandai beradaptasi dengan situasi terkini. Demam The Master memang tengah menjadi daya tarik penikmat hiburan di negeri ini.

Simsalabim : “Dari Helm Jadi Laptop!” hehe…  ini sebetulnya judul liputan BlogDetik tentang acara seremonial ini.  Anda bisa membacanya di sini.

Sungguh excited… sebuah Laptop Acer Emachines D720 kini berada di genggaman, sebagai penghargaan bagi Juara 1 Entrepreneur Wanna Be Contest.

Ada kisah menarik dibalik kebahagiaan ini. Sekira sebulan lalu, sempat terlontar keinginan untuk membeli benda elektronik ini. Namun niat ini urung dilakukan, dengan alasan belum begitu urgent, karena sudah tersedia PC, baik di rumah maupun di tempat kerja. Meskipun secara finansial saya mampu mengeksekusi keinginan ini.

Akhirnya, saya bermimpi : “Mendapatkan Laptop Gratis!” Wah mana bisa? Gimana caranya? Jawabnya : Nggak Tahu!

Yah, waktu itu saya nggak tahu bagaimana caranya. Tapi, saya selalu Berpikir Positif. You Can If You Think You Can. saya yakin otak ini memiliki kekuatan super.  Teringat buku/film The Secret karya Rhonda Byrne, dimana salah satu rahasia orang-orang sukses itu adalah mereka selalu berpikir positif, sehingga melahirkan sebuah Hukum Ketertarikan (Law of Attraction).

Sebut saja Henry Ford, Albert Einstein, Michael Angelo, Thomas A. Edison, Rockefeller. Mereka adalah segelintir orang yang mengetahui dan mempraktekan rahasia besar ini.  Sebuah kekuatan Pikiran.

Ketika kita berpikir tentang sesuatu yang kita inginkan, maka sebuah kekuatan akan berupaya untuk merealisasikan keinginan itu. Yap, Pikiran kita dapat menarik apa yang kita inginkan. Lebih ekstrim lagi,  Pikiran kita “mampu menciptakan takdir” kita. Tentu saja, jika kita lihat dalam kerangka agama, hal ini merupakan implementasi dari “Allah itu sesuai dengan persangkaan hamba-Nya”.

Kembali ke laptooooop…. hehe

Nah, kekuatan pikiran ini saya coba terapkan dan menantikan hasilnya. Ternyata tak lama kemudian muncul pengumuman di milis tangandiatas yang diposting oleh seorang temen, Arie Arvenda. Terima kasih Kang Arie… waah saya harus ngasih apa yah ke kang Arie… hehe… lucunya Kang Arie ini tidak ikut lomba, malah saya yg ikut, dan saya yg dapet Laptop.

Awalnya memang sempat ragu, sempat berasumsi negatif, tapi segera asumsi-asumsi negatif itu dienyahkan… dan mulai menulis… hingga akhirnya berbuah manis…

Satu lagi hikmah dari momen ini adalah seringkali asumsi kita yang negatif tentang sesuatu menjadi penghalang kesuksesan kita. Asumsi akan membuat kita stagnan dari kemajuan. Asumsi membuat kita terjebak pada sebuah sudut pandang sempit. Asumsi akan menghambat kreativitas dan inovasi.

So, Jauhi Asumsi dan Jadilah Positive Thinker….

Salam Sukses

Agus Santoso

Bisnis Memang Lebih Mengasyikkan January 22, 2009

Posted by agusmupla in Bisnis.
Tags: , , , , ,
7 comments

bisnisBerbisnis (baca: jadi pengusaha) memang jauh lebih menghasilkan dan mengasyikkan ketimbang jadi pegawai kantoran. Tak heran jika temen-temen saya yang asalnya pegawai kantoran mulai mengikuti jejak saya, membuka usaha sendiri. Wow… Virus TDA makin mewabah!

Ada yang berbisnis di jasa pasang gypsum, bisnis fashion, bisnis makanan, dll. Padahal, mereka sama sekali tidak memiliki pengalaman atau basic bisnis sama sekali. Semuanya orang kuliahan. Semuanya orang kantoran. Tapi, mau apalagi? Kalo ternyata memang gaji dirasa tak lagi bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari… business must be done

Apa dan gimana sih berbisnis itu? Ada satu sisi yang menarik jika kita telaah dari paparan Pakar Bisnis, Brad Sugar. Beliau mengatakan bisnis adalah suatu usaha komersil yang menghasilkan profit yang dapat berjalan tanpa kehadiran kita.

Nah, elemen terakhir dari definisi bisnis menurut Brad Sugar di atas-lah yang saya anggap menarik. Ternyata, selain dituntut menghasilkan profit, bisnis kita juga harus bisa berjalan sendiri, tanpa kehadiran atau keterlibatan langsung kita sebagai owner. COCOK…

Lebih lanjut, Sugar menjelaskan kita harus bisa menempuh perjalanan penuh disiplin melalui 6 anak tangga menuju kondisi “bisnis terus jalan meski kita jalan-jalan” tadi.

Berikut ke-enam langkah tersebut :
1. Mastery (eliminate chaos)
2. Niche (profitable cashflow)
3. Leverage (efficiency)
4. Team (structure for growth)
5. Synergy (a well oiled machine)
6. Results (owner’s personal growth & for new business).

(Ke-enam langkah tersebut akan dijelaskan kemudian…)

Pada intinya adalah, ketika awal kita memulai bisnis (mulai dari nol), biasanya dan sebaiknya memang kita terlibat langsung atau bahkan kita melakukan self employee. Manfaatnya, kita akan mengetahui persis seluk beluk bisnis dan karyawan kita. Nah biasanya di sini kondisinya masih susah, berat, sangat sibuk, bahkan berdarah-darah. Capek deh…

Seiring perkembangan bisnis yang betul-betul fokus kita kelola (manage), maka kita membuat sebuah sistem, mulai dari SOP hingga sistem controlling. Transfer ilmu dan kemampuan kepada para karyawan. Hingga setelah semuanya bisa berjalan baik, kita bisa mendelegasikan semua tugas kepada karyawan.

Setelah satu unit bisnis itu berkembang dan berjalan sendiri dengan sistem, kita bisa terus merambah dan penetrasi ke jenis bisnis-bisnis lain atau buka cabang di mana-mana.
Memang bisnis jauh ebih menghasilkan dan mengasyikkan…

Bagaimana menurut Anda?

Bosan Jadi Pegawai January 19, 2009

Posted by agusmupla in Bisnis.
Tags: , ,
1 comment so far

work_stressHari Minggu kemarin (18 januari 2009), saya menyaksikan sebuah tayangan baru dari TransTV, yang bertajuk “Bosan Jadi Pegawai”. Sebuah acara positif di tengah bejibunnya pengangguran di negeri ini.

Meski acara reality show ini berbau rekayasa skenario, tapi esensi dari tayangan ini sangat representatif dengan pengalaman para pebisnis pemula.

Yang menarik dari acara ini adalah mengetengahkan perjuangan dan pembelajaran seseorang yang masih berstatus pegawai pada seorang pengusaha yang sudah sukses. Hingga kelak ia berani dan mampu membuka usaha sendiri (jadi pengusaha).

Memang program ini dirancang oleh TransTV untuk menstimulasi para pegawai yang ingin berwirausaha, termasuk para pengangguran yang malas, enggan, dan takut untuk memulai usaha sendiri.

Melalui acara ini, TransTV memberikan solusi bagi pegawai yang ingin mencoba bidang pekerjaan lain (dunia usaha). Nah, siapa tahu Anda yang masih berstatus pegawai (TDB=Tangan Di Bawah) berminat ikut program ini. Syaratnya mudah, Anda masih berstatus pegawai, dan bukan korban PHK atau masih mahasiswa.

Bagi saya, menyimak acara yang berdurasi 30 menit ini seolah mengenang kisah lama saya sewaktu merintis usaha dulu. Sebagaimana Yura (talent dan sekaligus host dalam Bosan Jadi Pegawai edisi kemarin), yang berulangkali kena gertakan, cacian, dan gangguan dari para preman, saya pun pernah mengalami hal yang sama, ketika menjadi “Emang Pizza Telur” di sebuah SD di Bandung.

Yah, pengalaman itu tak kan pernah terlupakan. Sebelas tahun lalu, ketika awal selesai kuliah dan awal pernikahan, saya sempat berjualan Pizza Telur selama kurang lebih 3 bulan. Dari sana mental bisnis saya ditempa. Dengan menanggalkan status Sarjana (S1), saya beranikan diri menenteng kompor dan berjuaan bersama “Emang-emang” (panggilan tukang jualan di Sunda) di halaman Sekolah Dasar.

Dengan modal dan inovasi seadanya, saya berhasil menggaet pelanggan anak-anak SD. Otomatis membuat iri para pelaku usaha yang telah mangkal bertahun-tahun di sana. Hingga suatu waktu, ketika dagangan saya tinggal Sholat Dzuhur di mesjid. Seorang pedagang yang berkonspirasi dengan teman-temannya, menyiram kompor saya dengan minyak goreng. Hmmm… matilah kompor saya.

Hingga akhirnya saya diterima sebagai staf marketing di perusahaan asuransi syariah selama 1 tahun, kemudian pindah kerja dan bekerja sebagai staf akunting di sebuah perusahaan swasta selama 6 tahun, pindah kerja lagi dan diterima sebagai Manajer Administrasi Umum & Keuangan di Dompet Dhuafa. Hingga akhirnya resign dan full berbisnis : warnet, makanan camilan, dan fashion.

Yah, pengalaman-pengalaman seperti di atas harus dijadikan sebagai penguat mental dan motivasi untuk terus memajukan bisnis kita. Termasuk bagaimana caranya kita menghadapi klien yang rewel, komplain, marah-marah, dsb.

Proses belajar inilah yang diekspos dalam “Bosan Jadi Pegawai”. Si Talent akan dihadapkan pada berbagai hambatan yang biasa dihadapi para pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya. Sehingga, diharapkan bisa membangkitkan Inspirasi Generasi Muda untuk mencoba setiap PELUANG USAHA ketimbang berpikir jadi pekerja kantoran.

Bagaimana dengan Anda?

Bisnis Baru 2009 December 22, 2008

Posted by agusmupla in Bisnis.
Tags: , , ,
5 comments

fashion1Pergantian tahun, biasanya digunakan sebagai momentum perubahan untuk sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya. Paling tidak, hal itu pernah saya lakukan selama 2 tahun terakhir ini.

Awal tahun 2007 lalu (1 Januari), saya mendirikan ASANET sebagai warnet pertama saya. Resign dari kantor, dan membulatkan tekad menjadi entrepeneur adalah salah satu pilihan hidup saya.  Pindah kuadran, dengan harapan lebih baik tentunya!

Dan alhamdulillah, memang sesuai dengan apa yang diharapkan. Ternyata saya lebih enjoy berbisnis sendiri… dan hasilnya lebih menakjubkan! Keajaiban demi keajaiban terjadi. Benarlah adagium “Take Action, Miracle Happen!”

Kekhawatiran pun sirna, berganti semangat membara untuk terus mengembangkan bisnis. Bagaimana tidak! Coba Anda bayangkan, dulu ketika saya bekerja di sebuah perusahaan swasta di Bandung, saya menerima gaji bulanan sejumlah sekian rupiah dengan harus terikat waktu nine to five.

Sekarang? jumlah gaji sebulan itu bisa saya dapatkan hanya dalam hitungan 2 hari!!! Dan tentunya.. saya bisa punya banyak waktu dan bisa mengatur waktu… alhamdulillah

Jadi, paradigma dan impian masa lalu tentang “kerja kantoran” saya simpan dan kunci rapat di memori saya. Mari kita coba berhitung lagi. Merintis karir dan golongan gaji di sebuah instansi / perusahaan membutuhkan variabel waktu dan prestasi kerja. Sementara kesuksesan dalam berbisnis bisa lebih cepat didapat, apabila memiliki intuisi bisnis yang baik. Setahun atau dua tahun, dalam bisnis adalah waktu yang cukup untuk menembus gaji seorang direktur sekalipun!

Awal tahun 2008, saya mendirikan warnet kedua. Sesuai target. Selama 2 tahun ini saya mencoba fokus dalam bisnis warnet.

Awal tahun 2009, saya mencoba merambah bisnis baru. Busana Muslim. Yah, bisnis yang satu ini sepertinya “tak ada matinya”. Saya lihat dan perhatikan, sangat banyak pengusaha sukses yang bergerak di bidang ini. Dan saya masih melihat banyak peluang.  Salah satu track para pebisnis sukses!

Saya teringat ungkapan Pak Roni Yuzirman (Founder Komunitas TDA), ketika menganalisis apakah beliau telah berada di track yang benar untuk menuju sukses? Ternyata sangat penting bagi kita untuk mengetahui, apakah yang tengah kita kerjakan ini berada dalam track menuju kesuksesan atau tidak.

Caranya, tentu cukup mudah, kita hanya tinggal melihat dan membandingkan orang-orang sukses. Apa yang mereka kerjakan? Apa bidang bisnis mereka? dan Mengapa mereka bisa melakukan itu?

Misal, Bill Gates, dia bisa menjadi orang terkaya di dunia, apa bidang bisnisnya? Oh, bisnis IT…. Atau Warrent Buffet, ooh… investasi dan properti.

Atau yang lebih membumi (baca : skala lokal), misalnya Pak Perry Tristianto “Raja FO” Bandung, bisa memiliki sekira 20 FO. Apa bidang bisnisnya? ooh.. Garmen. Atau Bu Susi Pudjiastuti, Juragan Ikan asal Pangandaran yang berhasil menjadi eksportir ikan ke berbagai negara. Itu hanya beberapa contoh track bisnis yang telah teruji keberhasilannya. Tentunya masih banyak yang lainnya…

Dan kini saya tertarik untuk merambah bisnis garmen! Bisnis Busana Muslim… Ketertarikan ini berawal dari ajakan seorang teman, Moh.  Zein Hidayat, yang kini berprofesi sebagai guru di sebuah SMA di Bandung. Kebetulan beliau memiliki sebuah tempat yang cukup luas, dan cukup strategis di Jl. Rumah Sakit No. 12B Ujung Berung Bandung, hanya sekira 200 m dari alun-alun/pasar Ujung Berung.

Maka lahirlah Toko Zay Nun…! yang menjual busana muslim, mulai dari kerudung, baju muslim/mah kaos, baju batik, baju muslim anak, karpet handmade, dll. dengan model cantik dan kreatif.

Berikut ini beberapa sampel produk yang tersedia :

bk-01bk-02bk-03bk-05

Mimpi Laskar Pelangi October 9, 2008

Posted by agusmupla in Resensi.
Tags: , , , ,
3 comments

Satu-satunya film yang membuat saya penasaran, hingga dibela-belain nonton di bioskop adalah film “Laskar Pelangi”. Sejak sebelum film ini diputer, firasat saya mengatakan, film ini akan bagus! Karena temanya, seperti yang saya baca di novel, memang bagus. Perjuangan hidup, motivasi untuk maju, semangat pantang menyerah, persahabatan.

Saya bareng keluarga nonton di Braga 21. Hmm… terus terang aja, sebenernya saya bukan penggemar bioskop. Terakhir saya nonton film di bioskop, 13 tahun lalu (1995). Itu pun diajak dan ditraktir temen kost, Defri Padhyangan 6. Waktu itu, Defri kesengsem sama film komedi “The Mask”.

Selain bukan penggemar bioskop, saya juga bukan penggemar buku-buku fiksi, semacam novel, cerpen, dsb. Tapi, ajaibnya! Novel Laskar Pelangi ini mampu membelalakkan mata saya, seperti juga Novel AAC dan KCB dari Habiburrahman Elshirazy.

Dan ternyata memang dugaan saya benar! Film Laskar Pelangi layak diacungin dua jempol. Bahkan kalo ada, sepuluh jempol lah (he2x …maksa). Two thumbs up… buat Andrea Hirata (penulis novel), Salman Aristo (penulis skenario), Riri Reza (sutradara), Wong Aksan & Satrio Budiono (Penata Musik & Penata Suara) serta para pemeran filmnya. (more…)

Winner vs Loser September 21, 2008

Posted by agusmupla in Motivasi.
Tags: , , , ,
add a comment

SUATU HARI SEORANG MURID BERTANYA KEPADA GURUNYA:

“ GURU, APA YANG HARUS AKU LAKUKAN UNTUK MENJADI SEORANG PEMENANG DALAM KEHIDUPAN INI, BUKAN SEORANG PECUNDANG ”

Guru Menjawab: “PELAJARILAH ANTARA KEDUA-DUANYA” . . .

Kalau PECUNDANG selalu menjadi bagian dari masalah…

PEMENANG selalu menjadi bagian dari solusi..

Kalau PECUNDANG akan selalu mencari alasan..

PEMENANG akan selalu punya progam..

Kalau PECUNDANG akan berkata ini bukan pekerjaan ku..

PEMENANG akan berkata biar aku yang mengerjakaannya..

Kalau PECUNDANG melihat persoalan dari setiap jawaban…

PEMENANG akan melihat jawaban dari setiap persoalan…

Kalau PECUNDANG mencari permasalahan dari setiap kebaikan,…

PEMENANG akan mencari kebaikan dari setiap permasalahan..

Kalau PECUNDANG akan berkata itu mungkin dapat dikerjakan, tapi sulit…

PEMENANG akan berkata itu sulit, tapi mungkin untuk dikerjakan…

Kalau kau mengikuti langkah seorang PEMENANG maka engkau lah yang akan jadi PEMENANG….

Enterpreneur Coaching September 12, 2008

Posted by agusmupla in Bisnis.
Tags: , , , , ,
1 comment so far

Hari Sabtu lalu (6 Sept 08), sepulang tampil MuplA di Cicalengka, kami  berlima bergerak menuju rumah Bu Betty Brussel (seorang pengusaha sepatu sukses dan anggota TDA) di Jl. Maskumambang Buahbatu.

Sesampainya di lokasi, terpampang banner flexy ucapan Selamat Datang di gerbang rumah. Wah, serius juga yah pengelola acaranya (salut deh… buat Pak Fauzy, Bu Betty, dkk.). Dan acara sudah dimulai sejak sejam lalu. Pak Budi Purwanto tengah memberikan Enterpreneurship Coaching.

Ada yang menarik dari paparan Pak Budi. Beliau menyatakan bahwa WIRAUSAHA adalah salah satu solusi untuk mengatasi rapuhnya struktur piramida kelas ekonomi Indonesia. Bagaimana bisa?

Yah, jika digambarkan, saat ini Indonesia memiliki struktur kelas ekonomi berbentuk piramid. Besar di bawah tapi dihuni oleh kelas ekonomi kecil menengah. Mengerucut ke atas dengan hanya segelintir pengusaha kaya kelas atas.

Dari perspektif keseimbangan, tentunya kondisi tersebut sangat rapuh. Gap yang curam antara kalangan atas dan bawah bisa menjadi bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu, ketika ekonomi Indonesia mengalami “longsor”. (more…)

Pidato Steve Jobs 3 September 10, 2008

Posted by agusmupla in Bisnis.
Tags: , , , ,
add a comment

Cerita Ketiga : Kematian

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri:

“Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.

Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar.

Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian.

Hanya yang hakiki yang tetap ada.

Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa.

Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda. (more…)

Pidato Steve Jobs 2 September 4, 2008

Posted by agusmupla in Bisnis.
Tags: , , , , ,
1 comment so far

Cerita Kedua : Cinta dan Kehilangan

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun.

Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan.

Kami baru meluncurkan produk terbaik kami -Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30.

Dan saya dipecat.

Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi.

Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya.

Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan.

Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.

Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. (more…)

Pidato Steve Jobs 1 September 3, 2008

Posted by agusmupla in Bisnis.
2 comments

Nama Steve Jobs sudah tak asing lagi bagi kita. Bos Apple Inc. ini memang luar biasa. Dengan kepiawaian dan tangan dinginnya ia mampu membangun Apple menjadi salah satu elit produsen alat teknologi terkemuka di dunia.

Kini, perusahaanya memiliki aset 2 miliar dollar dengan 4000 karyawan.

Meski dari quantitas penjualan, produk komputernya masih kalah dibanding Microsoft, produk-produk kreatif dan stylisnya, seperti i-pod, i-tunes, i-phone, dll. laris manis dan merajai pasar dunia, memiliki brand yang kuat, serta memiliki fans fanatik.

Sentuhan Steve Jobs yang perfeksionis dan taste art oriented merupakan salah satu faktor yang mendukung kesuksesan itu. Yah, bisa kita rasakan, bagaimana produk-produk Apple ini lebih memiliki taste dibanding produk sejenis dari Microsoft.

Untuk lebih jauh mengetahui bagaimana sepak terjang Steve Jobs dalam kehidupan bisnis dan pribadinya, mari kita simak Pidato Jobs saat melepas para wisudawan berikut ini.

Pidato Steve Jobs :

“Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah.

Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah.

Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. (more…)